Selasa, 04 September 2012

Apakah Bisnis Anda mempunyai Fondasi yang kuat?, Evaluasi Bisnis Anda.


APAKAH BISNIS ANDA SIAP MENGHADAPI PESAINGAN BISNIS?

Di tengah persaingan bisnis yang dihadapi pada saat ini, Bagaimana agar bisnis Anda tetap berada di dalam Kondisi Perusahaan yang tetap baik?

Bagaimana agar kita dapat selalu mengevaluasi bisnis kita agar selalu On-Track kepada hal yang kita inginkan untuk memperoleh kebebasan waktu dan uang?

Sudah siapkah Anda para Business Owner di dalam menghadapi Persaingan Bisnis yang Anda hadapi?
Bagaimana caranya Anda tetap dapat membuat bisnis bersaing dengan focus di perbaikan dan pertumbuhan internal perusahaan Anda?

Banyak para pebisnis yang sangat sibuk melakukan pekerjaan dan bisnisnya sehingga mereka lupa untuk melihat bisnisnya secara “OUT OF THE BOX”, sehingga mereka bukanlah melakukan BUSINESS tetapi berada dalam situasi BUSY-NESS…

Darimana ANDA harus memulai untuk memperbaikinya ?

Mudah saja, …. Cukup lakukan pertanyaan yang bersifat meng-evaluasi bisnis Anda,… 

Apakah 6 Pertanyaan yang dapat meng-evaluasi bisnis saya?

Pertanyaan 1:

Apakah Bisnis Anda mempunyai Fondasi yang kuat?

Jika membangun sebuah rumah atau bangunan, maka fondasi yang kuat adalah suatu faktor yang sangat penting untuk dapat membuat bangunan yang kokoh dan kuat. Jika Fondasi tidak kuat maka bangunan tersebut akan memiliki resiko mudah ambruk atau rubuh jika terkena goncangan.

Dasar yang perlu sangat diperhatikan adalah, Apakah perusahaan memiliki Arah dan Tujuan Bisnis? (Visi, Misi dan Budaya Perusahaan). Mengapa Visi, Misi dan Budaya Perusahaan penting? Jika Anda tidak memiliki Visi, Misi dan Budaya maka perusahaan tersebut tidaklah jelas arah tujuannya ingin kemana? dan tidak jelas apa yang dilakukannya? serta tidak memiliki Budaya Perusahaan yang menjadi Frame di lingkungan kerja. Jika tidak memiliki arah dan tujuan maka anda akan sampai ke tempat yang tidak Anda inginkan.

Bagaimana dengan Perencanaan Usaha (Break Event Point, Margin Keuntungan, Laporan Keuangan, atau CashFlow Budget serta Key Performance Indicator)? Hal ini juga merupakan fondasi yang perlu diketahui. Jika tidak ada ukuran yang Anda bisa pakai untuk mengetahui kondisi perusahaan, maka agak sukar untuk dikatakan bisnis tersebut menguntungkan atau rugi.

Bagaimana dengan Time Management yang Anda punya (Default Diary, Delegation, Time Planning)?

Hal  ini juga tidak kalah penting, karena jika tidak memiliki pengaturan waktu yang jelas maka pekerjaan yang dilakukan akan susah untuk diukur dan Anda juga agak sukar untuk mengukur Produktifitas diri Anda dalam bekerja.

Pertanyaan 2:

Apakah Bisnis Anda mempunyai Keunikan?

Apakah perbedaan yang sangat mencolok pada bisnis Anda dengan para pesaing lain di bisnis sejenis?

Keunikan pada bisnis Anda akan sangat membuat para pelanggan mencari bisnis Anda. Dalam hal ini para pelanggan Anda sangat mengetahui perbedaan dan keunikan dari bisnis sejenis yang lain, sehingga harga tidak akan lagi menjadi masalah. Oleh karena itu harga yang murah bukanlah suatu keunikan…

Lakukanlah Test & Measure terhadap Marketing Campaign yang dilakukan secara periodic, agar bisa diketahui bagian mana dari hasil tersebut yang harus dikembangkan atau diperbaiki untuk mendapatkan target yang diinginkan.
Pelayanan yang berbeda dan mengutamakan kepuasan pelanggan pun dapat dijadikan suatu keunikan yang ada dan berbeda dengan competitor sejenis.

Pertanyaan 3:

Apakah System yang ada sudah dapat meng-efisiensikan dan meng-efektifkan pekerjaan di dalam bisnis Anda?

Yang dimaksud SYSTEM (Saving Your Self Time Energy and Money) adalah yang dapat membuat bisnis berjalan lebih efektif dan efisien…. Bukan orang lain dari luar perusahaan yang dapat dengan baik membuatnya, tetapi Anda dan Team Andalah yang dapat membuatnya.

Tapi saya harus memulai dari mana dan bagaimana caranya?

Mulailah dengan membuat Visi, Misi, dan Culture perusahaan

Dan tentukan SMART (Spesific, Measureable, Achievable, Relevant, Time) GOALS yang terdiri dari Business Plan, 90 Days Plan, Monthly Target, Weekly Focus dan To do List. Yang jelas dan detil targetnya.

Berikutnya adalah Organization Structure, Job-Description, KPI (Key Performance Indicator), untuk mengetahui dengan jelas lintas tanggung jawab dan wewenang.

Yang paling akhir adalah Business Rules dan Management System,  dengan sangat memperhatikan Workflow di setiap departemen dan lini usaha Anda.

Perhatikan tahapan 6C di bawah untuk mendapat kebebasan waktu dan uang yang Anda inginkan.
  1. Controled, pastikan semua bagian di bisnis Anda terkontrol
  2. Cashflow, semua strategi sales dan marketing harus menciptakan Cashflow bagi bisnis Anda
  3. Consistency, Sistem yang dibuat harus tersistemasi dan dilakukan secara konsisten
  4. Colaboration, seluruh Team di Perusahaan haruslah dapat berkolaborasi untuk mencapai tujuan
  5. Copy , Jika 4 bagian di atas sudah tercapai maka merupakan hal yang mudah untuk menduplikasinya
  6. Change, Tahap akhir inilah yang Anda akan dapat, jika semua tahapan berjalan dengan baik, Anda berubah menjadi seorang yang memiliki kebebasan waktu dan uang.
Pertanyaan 4

Apakah Team Anda sudah Solid dan Siap untuk menjadi pemenang dalam persaingan?

Team yang solid tentu haruslah diikuti dengan support dari owner yang berada di dalam perusahaan. Apa saja yang harus benar-benar diperhatikan:

1.       Grow Your Team

2.       Strong Leadership

3.       Share Common Vision

4.       Share Code Ethics

5.       Action Plan

6.       Empowerment & Delegation

7.       Review/Reward/Promote/Demote/Mutation/Termination

Selain 7 hal di atas perlu juga diperhatikan, apa ukuran untuk pencapaian target yang harus dicapai oleh Team Anda yang harus dikontrol setiap saat. Ada beberapa tools ataupun control system yang dapat digunakan seperti BSC (Balance Score Cards), KPI (Key Performance Indicator), RBPP (Rapid Business Personal Plan) dan banyak system lain yang membantu Anda untuk dapat mengetahui ukuran pencapaian target perusahaan.

Pertanyaan 5:

Apakah Antara Departemen dan Team Anda sudah bisa ber Colaboration?

Bisa ber-colaboration sangat dibutuhkan oleh setiap perusahaan yang memiliki banyak Team kerja dan departemen dalam suatu perusahaan. Jadi perlu diperhatikan Management System dan Business Rules yang jelas dan tersistematis agar dapat dijalankan dan disepakati oleh semua orang yang ada di perusahaan Anda.

Pertanyaan 6:

Apakah Hasilnya sudah sesuai dengan yang Anda Harapkan?
Akhirnya yang tidak boleh kita pungkiri adalah:

Apakah hasil yang selama ini Anda raih sesuai dengan apa yang Anda harapkan?

Jika tidak mengapa hal tersebut selalu berulang terjadi setiap tahunnya?

Apa hal yang harus Anda lakukan, tetapi tidak dilakukan?

Apakah Anda telah mengubah cara Anda berbisnis?

Apakah Anda bisa menerima sesuatu ilmu baru yang dapat membantu Anda?

Berapa waktu yang Anda luangkan untuk evaluasi dan out of the box dari bisnis Anda?

Sampai kapan Anda merasa nyaman berada dalam kondisi seperti ini?

Berapa harga yang harus Anda siapkan untuk mendapatkan mimpi Anda?

Great Success

Sumber : http://www.coachgetty.com

Senin, 03 September 2012

Profesi Sumber Daya Manusia| SDM


Fungsi Profesi Sumber Daya Manusia |SDM abad ini.
Fungsi divisi SDM saat ini tidak hanya sekadar mengurus kepegawaian, tetapi juga menjadi "mitra" perusahaan untuk mengembangkan bisnis. "Kalau dulu disebut personalia atau bagian kepegawaian, sekarang lebih luas lagi. Profesi SDM Tulang punggung perusahaan.

Fungsi sumber daya manusia (SDM) atau human resources (HR) menjadi salah satu tulang punggung perusahaan untuk memajukan bisnisnya. Itu sebabnya, profesi di bidang ini menjadi salah satu yang paling dicari perusahaan. Tertarik?

Setiap perusahaan yang berkembang tentu akan terus menambah karyawan baru, dan mengelola pegawai lamanya. Tugas untuk merekrut dan mengelola karyawan menjadi peran sentral profesional di bidang SDM.



SDM bukan Polisi lagi
Fenomena itu menunjukkan, divisi SDM punya peranan yang semakin penting dalam mengembangkan perusahaan. Makanya, jika ada pimpinan di divisi ini yang hanya mengurus absensi dan cuti karyawan, menyiapkan rekrutmen karyawan baru, atau menjadi "polisi" di perusahaan, ia sudah ketinggalan zaman. Yang dibutuhkan sekarang adalah pimpinan SDM yang memiliki orientasi bisnis yang kuat, di samping tentu memiliki kemampuan teknis yang mumpuni.

Sebab, setiap aktivitas yang berkait dengan sumber daya manusia juga menjadi alat bagi perusahaan untuk kemajuan bisnisnya. Jadi, "Pimpinan divisi HR juga harus memikirkan langkah strategis bagi kemajuan perusahaan.

Pada dasarnya, pekerjaan divisi SDM adalah pekerjaan yang sangat erat berhubungan dengan karyawan di perusahaan. Seiring perkembangan zaman, lingkup pekerjaan divisi SDM lebih luas lagi, yakni seni menangani setiap hal yang berkait dengan keunikan manusia di dalam lingkup organisasi. "Profesi HR pun memegang peranan yang sangat penting untuk perusahaan.

karena itu, sebagai profesional di bidang SDM, seseorang harus mengerti dan menguasai konsep bisnis seperti visi dan misi, target, serta budaya perusahaan. "Tanpa memahami hal tersebut, profesional di bidang SDM akan sulit menjadi partner yang dapat membantu perusahaan menciptakan competitive advantage.

Pendidikan SDM

Untuk berkarier di bidang HR, seseorang tidak harus memiliki latar belakang pendidikan psikologi. Seseorang yang mengenyam pendidikan yang memiliki relevansi dengan manajemen, dunia bisnis, dan manajemen manusia juga bisa berkarier di bidang SDM.
 
Divisi SDM mempunyai banyak bidang.
Divisi SDM di bidang rekrutmen dan pengembangan cocok untuk orang-orang dengan latar belakang pendidikan psikologi.
Lalu, posisi di bidang pelatihan pas buat orang dengan latar belakang pendidikan keguruan.
Adapun bidang compensation and benefit cocok bagi orang-orang dengan latar belakang pendidikan keuangan atau akuntansi.
Dan, bidang industrial relations cocok untuk orang-orang berlatar belakang hukum.
karier di bidang SDM tidak mensyaratkan pendidikan khusus tentang SDM.
Pendidikan tentang HR bisa saja mulai dari training-training atau kursus-kursus untuk meningkatkan skill dari masing-masing orang di SDM.
Orang SDM harus di-update ilmunya.

HR merupakan bidang terapan, bukan ilmu murni (pure science). Yang penting memiliki logika dan kompetensi yang baik serta minat yang kuat.

Keahlian di bidang HR.
lebih banyak diperoleh dari lapangan. Semakin banyak jam terbang atau kasus, seseorang yang berprofesi di bidang sumber daya manusia akan semakin mumpuni.

Tujuh bagian pekerjaan di bidang SDM
 
Pertama, recruitment and talent management. Merekrut calon karyawan dan menempatkannya pada posisi yang tepat dalam perusahaan menjadi tugas bagian ini. Tugas bidang ini lainnya, misalnya, mempromosikan karyawan dan membuat iklan lowongan kerja. Orang-orang yang mengisi pos ini juga mesti mengetahui bakat, minat, hingga keahlian karyawan yang ada di perusahaan. Pengetahuan ini dibutuhkan untuk menentukan karyawan yang akan mengisi posisi baru di perusahaan. Fungsi ini tak lain untuk menunjang produktivitas perusahaan.


Keduatraining and development. Bagian ini sengaja dibuat untuk meningkatkan kemampuan karyawan sesuai kebutuhan perusahaan. Apabila ada teknologi maupun strategi pemasaran baru, bagian training and development bertugas menyampaikan perkembangan itu kepada karyawan melalui pelatihan.
Berikut PowerPoint Analysis kebutuhan training dari Rajapresentasi.


Ketiga, industrial relations. Bagian ini terutama bertugas membangun dan memperluas jaringan dengan pihak-pihak yang berkepentingan dengan perusahaan. Ambil contoh, dengan pemerintah pusat dan daerah, dan masyarakat. Industrial relations juga mengurus segala sesuatu jika terjadi perselisihan hubungan industrial antara perusahaan dengan karyawan.

Keempat, manpower planning. Bagian ini bertugas menyesuaikan kebutuhan perusahaan jangka pendek dan jangka panjang dengan ketersediaan karyawan. Dari sinilah akan muncul program pengembangan karyawan yang akan dilakukan untuk mencapai target-target perusahaan. Contoh, mengikutsertakan karyawan pada pelatihan-pelatihan dan kursus-kursus tertentu.

Kelima, employee relations and services. Bagian ini mempunyai tugas mengurusi hubungan antara karyawan dengan perusahaan dan memberikan layanan kepada karyawan. Contohnya, membantu karyawan untuk mengambil hak cuti, layanan asuransi, dan layanan untuk karyawan lainnya.

Keenam, compensation and benefit. Bagian ini yang mengurus kebijakan perusahaan tentang penghasilan karyawan. Contohnya, mengurus gaji yang layak untuk bagian marketing, keuangan, hingga information technology. Bagian ini yang sekaligus mengurusi pembayaran gaji para karyawan.

Makanya, bagian ini membutuhkan orang-orang yang menguasai program kesejahteraan untuk karyawan dan mampu bekerja sama dengan perbankan dan pengelola program pensiun. Lebih bagus jika orang itu bisa menawarkan terobosan untuk memberikan kompensasi dan keuntungan untuk karyawan. Tentu, semua itu harus sesuai dengan rencana dan anggaran perusahaan.
 
Ketujuh, human resources information system. Bagian ini punya tugas membuat aplikasi sumber daya manusia berbasis teknologi. Misalnya, bagaimana karyawan bisa mengecek hak cuti secara online, dan karyawan yang dalam perjalanan dinas ke luar kota atau negeri masih bisa mengakses informasi soal SDM perusahaan.

Lebih jauh lagi, human resources information system juga dituntut untuk bisa membuat slip gaji elektronik. Mereka yang masuk di bagian ini umumnya memiliki latar belakang pendidikan di bidang informasi dan teknologi. Pasalnya, bagian ini mesti bisa mendesain aplikasi dan menjalankan aplikasi sehingga para karyawan dapat mengakses data-data personal mereka secara online.

Dengan aneka tugas seperti itu, perusahaan mana pun akan memerlukan kehadiran profesional di bidang SDM, termasuk perusahaan skala kecil.

Berapa penghasilan profesional di bidang SDM? tentu, nilainya tergantung tingkat tanggungjawab dan fungsi jabatan yang dipegang. "Profesi ini menjanjikan selama sang karyawan mampu menunjukkan prestasi dan upaya keras dalam bekerja"

Orang HR enggak boleh gagap teknologi alias gaptek, harus well informed terhadap segala perkembangan teknologi tujuannya menunjang pekerjaan Anda dengan sarana komunikasi yang memadai.

Tantangan Berkarier Di bidang SDM

Bagaimana dengan tantangannya? tantangan utamanya, aspek Manajemen SDM di Indonesia saat ini berada pada wilayah hubungan industrial dan manajemen kinerja dan produktivitas, yakni bagaimana caranya dapat mewujudkan memelihara ketenangan kerja dengan ketenangan usaha agar seluruh komponen perusahaan dapat bekerja dan berkarya secara sinergis pada tingkat produktivitas dan kepuasan kerja yang optimal, pada akhirnya kepentingan seluruh stakeholders dapat diperjuangkan dan diwujudkan dengan sebaik-baiknya berdasarkan keadilan dan kepatuhan.

Bagaimana Cara Mempersiapkan Diri untuk Berkarier di Bidang SDM?
Ada dua cara yang dapat kita pakai tentang syarat kompetensi seorang profesional SDM, yakni Pertama, Model kompetensi SDM dari Michigan diantaranya; kredibilitas pribadi, kemampuan mengelola perubahan, kemampuan mengelola budaya (perusahaan), pelaksanaan praktek-praktek Manajemen SDM, wawasan bisnis, Manajemen kinerja strategis.
Kedua, Model kompetensi diri di HRCI (Human Resource Certification Institute) meliputi; manajemen strategis, perencanaan tenaga kerja dan rekrutmen, pengembangan SDM (HRD), kompensasi & benefit (C&B), hubungan industrial, keselamatan, kesehatan & keamanan kerja (OHSAS).

Sumber: Berbagai Sumber 

APA YANG HARUS DIKERJAKAN OLEH SEORANG HRD UNTUK PERUSAHAAN YANG BARU BERDIRI?

Untuk sebuah perusahaan baru perlu di set up dengan baik.

Pertama tugas seorang HR harus merujuk dulu kepada blue print perusahaan kalau belum ada , siapkan sesuai dengan goalnya perusahaan.
Kemudian memeriksa atau lebih enak melakukan due dilligent terhadap dokmen perizinan prinsip dan dokumen perizinan operasional (basic license dan operatinal lisence). Termasuk peraturan perusahaan sudah ada atau belum.

Baru mengevaluasi apakah manpower planningnya udah sesuai dengan kebutuhan atau tidak, setelah itu lalu membuat rencana jangka pendek dan rencana jangka panjang. sesuai dengan kerangka HR itu sendiri / Framework Human Resources.


Apakah Sdr. Sedang mencari atau sedang membuat SOP HRD? namun masih bingung membuatnya?
Kabar baiknya , Cukup dengan Rp. 100.000 saja sudah mendapatkan SOP HRD ( tinggal di edit ) PRAKTIS,bisa juga diterapkan ke Departemen lain cukup di edit.

Caranya:
Transfer ke BCA 
No.Rek : 27700365051 a.n Kesty Nelvrida

Konfirmasi Pembayaran ke WA, Klik disini
Bonus : E-book Tips Praktis Menulis SOP Perusahaan

Dalam waktu 2 x 24 Jam kami akan email ke Sdr.

 

 


Kamis, 30 Agustus 2012

Cara menjadi pemimpin yang baik dan menjadi bawahan yang baik


Untuk menjadi Pemimpin yang baik harus memiliki kebaikan sebagai berikut ??


Menghargai hasil kinerja anak buah. Dengan adanya rasa menghargai kepada anak buah, tentu menjadi suatu motivasi yang jitu dalam memacu semangat kerja mereka. Dengan kita memberikan pujian terhadap hasil karya mereka walaupun itu menurut pikiran kita “remeh” atau “gampang dilakukan”. Perlu diketahui bahwa hasil tersebut dilakukan dengan sekuat tenaga oleh anak buah anda. Dengan memberikan pujian pada waktu dan kesempatan yang tepat maka anak buah akan merasa dihargai. Hal ini akan berdampak pada kemajuan kinerja dari anak buah anda nantinya.

Kesalahan pada anak buah merupakan tanggung jawab pemimpin. Seringkali saat kita membawahi beberapa anak buah dalam team. Ketika hendak mengerjakan suatu tugas tentu setiap anak buah memiliki tugas masing-masing. Ketika anak buah tidak dapat menyelesaikan tugas yang diberikan tepat waktu tentu pemimpin harus mengambil alih. Pertanggung-jawaban kepada atasan yang lebih tinggi harus dilakukan oleh pemimpin team tersebut. Pemimpin harus mampu memberikan alasan kuat yang mendasari penyebab kegagalan dari staffnya. Alangkah baiknya bila pemimpin juga ikut membantu serta memperbaiki hasil kerja anak buahnya. 

Mengajari tanpa henti dan tidak ragu memberikan ilmu. Pemimpin yang baik tentu memiliki skill yang bersifat “generalisasi”. Artinya pemimpin tersebut memiliki wawasan yang luas dalam aplikasi kerja sehari-hari. Nah, ketika memdapati anak buah yang kesal karena mengalami kegagalan dalam mengerjakan tugasnya tentu pemimpin harus menjadi solusi. Ketika anak buah bingung untuk menyelesaikan tugasnya tentu pemimpin-nya akan menjadi sarana pengaduan. Bila anda menjadi pemimpin yang ternyata mengerti solusi cara menyelesaikan masalah dari anak buah tentu akan sangat menguntungkan. Tidak ada salahnya anda mengerjakan tugas anak buah tersebut sambil memberikan petunjuk-petunjuk solusi.
 
Peduli terhadap kepentingan dan kesibukan staff. Seringkali terdengar beberapa anak buah mengeluh terhadap pemimpinnya. Biasanya adanya otoritas yang muncul karena sang pemimpim tidak mau tahu apa yang akan dilakukan oleh anak buahnya. Pokoknya tugas yang diberikan harus selesai pada tanggal sekian, jam sekian! titik!. Nah, inilah faktor yang akan menghancurkan rasa hormat dari staff. Berikan perhatian yang berkala dan teratur. Usahakan anda kunjungi masing-masing anak buah anda pada saat mereka bekerja. Pantau kegiatan mereka dan sesekali berikan komentar yang membangun atas hasil kerja mereka saat itu. Pentingnya memberikan kelonggaran / jeda waktu supaya anak buah anda bisa terlepas dari kejenuhan pekerjaannya. Bila anda peduli terhadap staff maka hasil kerja akan memuaskan nantinya.

Jadilah panutan dan tepat waktu. Kinerja staff akan mengacu pada pemimpinnya. Bila anda dalam bekerja terlihat rajin,sibuk,ulet dan keras tentu akan memberikan inspirasi bagi orang-orang sekitar anda untuk menirunya. Adanya sifat sungkan untuk malas akan terbentuk bila anda membiasakan sibuk dan rajin pada tiap jam-jam kerja anda. Disiplin terhadap waktu menjadi sangat sensitif bila anda sendiri juga tepat waktu dalam setiap pekerjaan.

Ceritakan masalah perusahaan yang layak diketahui anak buah. Anda sebagai pemimpin tentu terkadang dihadapkan dengan banyak sekali masalah perusahaan. Pilah-pilah masalah perusahaan tersebut berdasarkan kerahasiaannya. Bila ada informasi masalah yang bersifat universal tentu perlu anda ceritakan kepada anak buah anda. Dengan menceritakan masalah yang ada, seolah-olah anak buah anda merasa mendapatkan tempat yang spesial di perusahaan. Menjadi orang yang dipercaya untuk mengetahui masalah yang ada dan berusaha membuat solusi harus ditanamkan pada anak buah anda. 

Low profile. Tentu sesekali anda perlu menyempatkan diri untuk membuat hubungan sosial dengan anak buah anda. Bila anda mampu menempatkan diri dalam lingkungan mereka tentu hal ini akan sangat berguna. Kesan “bersahabat” akan muncul bila anda juga turun kedalam kegiatan mereka sehari-hari. Contoh paling mudah adalah sempatkan diri anda untuk makan siang bersama mereka. Buat suasana tidak ada sekat dan semua memiliki posisi yang sama yaitu manusia biasa yang butuh makan. Anggapan pemimpin yang low profile akan terbentuk di hati anak buah anda nantinya.

Pertanyaan : Bila ANDA seorang Pemimpin sudahkan melakukan kebaikan yang diatas ?

Untuk menjadi Anak buah yang baik harus memiliki kebaikan sebagai berikut ??

Jujur. Dibohongi terasa sangat menyakitkan dan memalukan. Mungkin kerugian materialnya tak seberapa. Tetapi jelas bahwa selain kita mendapatkan data palsu, kita juga merasa malu, karena kita ditempatkan oleh si pembohong dalam urutan paling bawah. Ia menyepelekan kita dan menganggap enteng diri kita. Itu artinya kita tidak dihargai.
    
Disiplin. Aturan diciptakan untuk kebaikan bersama. Aturan diciptakan dan diundangkan untuk memastikan semua hak terpenuhi. Ingatlah betapa saat kita melamar dulu, kita sudah menghiba dan memelas sambil berjanji bahwa kita akan menjadi disiplin setiap saat asal kita diterima kerja disana.
   
Tidak Pengecut. “Bukan saya, tapi mereka yang…,” seperti inilah yang diucapkan oleh pengecut demi membebaskan dirinya dari tanggung jawab. Para pengecut akan berusaha mencari berbagai dalih untuk melemparkan tanggungjawab kepada orang lain.
Tidak Selalu Mengeluh. Yang sangat pasti adalah bahwa kita harus sadar bahwa perusahaan bukanlah surga, dan atasan bukan Tuhan yang bisa memberikan kesempurnaan. Saya yakin bahwa tidak ada perusahaan dimanapun yang sanggup menjanjikan kesenangan serta perasaan bahagia.
Tidak Pembangkang. Atasan mana yang tak kesal jika perintahnya dianggap angin lalu. Kesepakatan yang terjadi antara atasan dan bawahan pada saat pemberian tugas, haruslah dikerjakan bukan untuk dibiarkan atau ditunda-tunda, kecuali sejak awal kita memberitahukan kondisinya.

Tidak Loyo. Perang sekecil apapun tidak akan dimenangkan jika prajuritnya loyo tidak bersemangat. Keloyoan ini bisa tercermin dari muka murung, tampang mengantuk, atau pakaian acak-acakan. Bisa juga terlihat kalau sedang mengerjakan tugas dengan malas-malasan, atau setengah hati, lamban.

   
Dedikasi. Dedikasi saya terjemahkan sebagai ketulusan pengabdian. Seorang bawahan yang berdedikasi tak hanya menyelesaikan tugasnya dengan baik tetapi berusaha untuk hasil yang terbaik. Ia akan berusaha melibatkan semua potensi dan kemampuannya untuk hasil terbaik.
Pertanyaan : Bila ANDA seorang anak buah sudahkan melakukan kebaikan yang diatas ?

 Sumber: dari berbagai sumber.

Bagaimana membangun Kinerja Organisasi Melalui peta (mapping) Strategi divisi yang selaras.



Untuk "Menang" Organisasi perlu Strategi

Mapping atau peta strategi adalah suatu alat yang digunakan organisasi untuk membantu menterjemahkan strategi organisasi kedalam bentuk yang lebih visual. Hampir semua perusahaan yang menjalankan balance scorecard pasti telah membuat peta strategi tingkat perusahaan sampai dengan tingkat divisi atau departemen. Namun, di dalam beberapa kali workshop dan seminar publik, masih banyak perusahaan yang masih menanyakan bagaimana cara paling sederhana untuk mengukur kualitas suatu peta strategi yang dibuat oleh divisi atau departemen di dalam perusahaan.

Proses pembuatan peta strategi divisi atau departemen harus memperhatikan dua hal.

Hal Pertama adalah:

“Vertical alignment”  artinya peta strategi divisi atau departemen harus selalu mengaju pada peta strategi struktur yang ada diatasnya, yaitu peta strategi tingkat organisasi| Perusahaan.

Hal Kedua adalah:


“Horizontal alignment” artinya bahwa peta strategi divisi atau departemen harus memperhatikan dan mengakomodasi kepentingan divisi atau departemen yang lain.

Biasanya hampir tidak ada masalah yang berarti ketika suatu divisi atau departemen melakukan penyelarasan secara vertikal. Masalah yang timbul adalah ketika divisi atau departemen melakukan penyelarasan horizontal.

Divisi atau departemen melakukan penyelarasan horizontal  biasanya dengan menuliskan kebutuhan-kebutuhan divisi atau departemen lain untuk diidentifikasi sebagai salah satu sasaran strategis divisi atau departemen.

Seringkali divisi atau departemen yang bersangkutan menuliskan perkiraan kebutuhan departemen lain menurut pandangan mereka tanpa melakukan konfirmasi. Ketika suatu unit menentukan kebutuhan unit lain tanpa melakukan konfirmasi ulang terhadap kebutuhan unit tersebut, terjadilah “myopia” di dalam divisi. Apabila semua divisi atau departemen di dalam organisasi melakukan hal ini, yang terjadi adalah “organisasi myopia”, yaitu suatu kondisi ketika masing-masing divisi atau departemen seolah-olah tahu kebutuhan divisi atau departemen lain, padahal sebenarnya tidak.

Bagaimanakah langkah-langkah sistematis meyelaraskan peta strategi divisi atau departmen ? Berikut ini adalah lima langkah dalam penyelarasan vertikal dan horizontal peta strategi divisi atau departemen.

                                Strategi Pengembangan Komitmen TQM

Langkah Pertama:
Memahami misi unit kerja dan mengidentifikasi sasaran strategis organisasi yang relevan bagi unit kerja.
Langkah Kedua:
Mengidentifikasi proses inti, stakeholder dan harapan stakeholder atau ouput dari unit kerja melalui proses “ focus group discussion” (FGD).
Langkah Ketiga:
Memformulasikan sasaran strategis unit kerja yang mendukung pencapaian sasaran strategis perusahaan (lihat langkah 1) dan harapan stakeholder unit tersebut (lihat langkah 2).
Langkah Keempat:
Menyusun hubungan sebab-akibat antar sasaran strategis unit kerja.
Langkah Kelima:
Memformulasikan indikator kinerja utama, target, dan inisiatif strategi bagi masing-masing sasaran strategis unit kerja.

Selanjutnya setelah kelima langkah-langkah tersebut dilakukan, yang diperlukan adalah melakukan verifikasi ulang apakah setiap divisi atau departemen didalam organisasi sudah saling mendukung dan selaras. Kadang-kadang meskipun suatu organisasi telah mengunakan langkah-langkah sistematis dalam penyelarasan peta strategisnya, tetap saja ada divisi atau departemen yang hanya fokus terhadap kepentingan unitnya tanpa memperhatikan kepentingan unit lain.  

Untuk itu diperlukan juga pemimpin yang kuat yang mampu menyeimbangkan kepentingan atau ego masing-masing divisi atau departemen. 
 
Jadi, jaminan bahwa suatu perusahaan telah membangun peta strategi yang selaras di tingkat divisi atau departemen adalah kecilnya pertentangan yang terjadi di antara masing-masing unit kerja dan besarnya dukungan suatu unit kerja terhadap unit kerja yang lain untuk mencapai kinerja organisasi yang andal. Bagaimana menurut ANDA?

Kesimpulan:

Secara umum, ada 2 (dua) hal penting yang harus diperhatikan perusahaan dalam merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi strategi untuk mencapai tujuan dalam mewujudkan visi dan misinya, yaitu:
  1. Memastikan terjadinya keselarasan antar strategi dari strategi divisi atau departemen harus memperhatikan dan mengakomodasi kepentingan divisi atau departemen yang lain.
  2. Kecilkan pertentangan dan besarkan dukungan suatu unit kerja terhadap unit kerja yang lain untuk mencapai kinerja organisasi yang andal.
Sumber: dari berbagai sumber.